Kenapa orang sumedang tidak boleh ke panjalu ? ini dia jawabannya

Kenapa orang sumedang tidak boleh ke panjalu ?  pasti kalian yang mengunjungin artikel ini penasaran dengan asal usul dari adanya mitos kalau orang sumedang tidak di per bolehkan ke panjalu kan ? itu menyangkut pada legenda masyarakat tentang Si Kohkol.

Selain Si Layung, ikan lain yang menjadi legenda di Situ Gede adalah Si Kohkol, sosok ikan raksasa yang berbeda jenis. Si Kohkol merupakan salah satu jenis ikan deleg yang dikenal juga dengan nama ikan gabus raksasa.

Warga yang menaiki perahu atau rakit di Situ Gede kemungkinan besar akan melihat Kohkol. Legenda menyatakan bahwa Si Kohkol akan muncul kepada penduduk yang naik rakit atau perahu tetapi berbicara sembarangan atau berperilaku buruk.

“Mitos Si Kohkol sering menyebabkan perahu atau rakit terbalik karena dipimpin oleh Si Kohkol,” kata Kukus, warga Situ Gede kepada detikJabar.
Pada musim kemarau, utang air Situ Gede kerap menyusut drastis. Apa yang terjadi dengan Si Layung dan Si Kohkol? Kedua ikan tersebut dikabarkan merantau ke Situ Lengkong Panjalu Ciamis, menurut Kukus.

kenapa orang sumedang tidak boleh ke panjalu
“Situ Gede dan Situ Panjalu ada kekerabatannya, menurut orang tua saya. Mereka bahkan bersaudara. Si Layung dan Si Kohkol juga bisa ditemui di Situ Panjalu,” kata Kukus.

Rahmat dan warga lainnya mengaku ada pantangan di Situ Gede yang melarang warga Sumedang berkunjung. “Dulu, saat ada warga Sumedang datang, langit di Situ Gede menjadi gelap dan mendung.” Kuncen kemudian mengumumkan bahwa mereka yang percaya bahwa orang yang lahir di Sumedang harus pergi. “Semuanya kembali normal setelah saya pergi,” kata Rahmat.

Baca Juga  Rumah Stik Es Krim Keren Banget

Ia menjelaskan, mitos tersebut muncul akibat adanya konflik antara Situ Gede dan Sumedang yang berujung pada kutukan atau larangan bagi warga Sumedang untuk mengunjungi Situ Gede.

“Ada larangan tujuh generasi, tetapi mitos itu sekarang jarang terjadi.” Saya tidak yakin apakah itu karena memiliki lebih dari tujuh generasi atau bagaimana. Sekarang sudah jarang ketemu Si Layung atau Si Kohkol,” ujar Rahmat.

Kisah Si Layung dan Si Kohkol masih banyak diceritakan kepada pengunjung untuk mengingatkan mereka agar tidak berbicara terlalu keras. itu dia mitos dari misteri tentang larangan ke penjalu, semoga bermanfaat.