Kenapa Allah Tidak Menyukai Suara Keledai ? Begini Alasannya

kenapa allah tidak menyukai suara keledai ? mungkin kalian pernah mendengan kata itu, bahwa Allah tidak suka dengan suara keledai, kenapa demikian ? Lukman mengajarkan anaknya akhlak mulia lainnya ketika memberikan wasiat, yaitu sikap rendah hati dan bagaimana beradab di depan manusia. Lukman Al Hakim menasehati sopan santun berbicara, seperti tidak berbicara keras seperti keledai.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Lukman: 19)

Mengenai ayat,

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan”, yang dimaksud adalah berjalan dengan sikap pertengahan.

 

Menurut Ibnu Katsir, rahimahullah, “Berjalanlah dengan sikap netral.” Jangan terlalu lambat, seperti pemalas. Jangan terlalu cepat, seolah-olah Anda sedang terburu-buru. Tapi bersikap adil dan di tengah, antara cepat dan lambat. “ (Al-Qur’an Tafsir Al-‘Azhim, 10:58)

Menurut ulama lain, kata-kata Lukman dimaksudkan untuk tidak sombong dan diperintahkan untuk rendah hati.

Syekh Sebagaimana dijelaskan oleh Sa’di rahimahullah, “Yang dimaksud dengan berjalan dengan sikap rendah hati dan tenang.” Hindari sikap sombong dan arogan. Jangan berjalan seperti pemalas juga. ” (Halaman 648, Taisir Al Karimir Rahman)

Keutamaan tawadhu disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya” (HR. Muslim no. 2588). Yang dimaksudkan di sini, Allah akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16: 142)

Baca Juga  Kenapa orang baik selalu tersakiti? ini alasan menurut Islam

Menurut Ibnul Jauzi, “Sedang berjalan. ‘Jangan berjalan dengan bangga dan jangan terburu-buru.'” Bepergianlah dengan tenang dan perlahan, saran Atho’. 6:323 (Zaadul Masiir)

Saat Menggunakan Bahasa yang Beradab

Selanjutnya, Lukman mengajari putranya tata krama berbicara yang benar. Disebutkan dalam ayat tersebut,

وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

“Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Arti dari ayat ini, menurut Ibnu Katsir, adalah tidak berbicara keras tentang hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena suara keledai adalah suara yang paling buruk. “Suara terburuk adalah suara keledai,” kata Mujahid. Maka barang siapa yang berbicara keras meninggikan suaranya seperti keledai. Dan Allah Ta’ala membenci suara-suara seperti itu. Dikatakan bahwa ada kemiripan yang menunjukkan bahwa dilarang berbicara keras dan melakukan itu tercela, sebagaimana disabdakan Nabi Allah s.a.w.

 

لَيْسَ لَنَا مَثَلُ السَّوْءِ ، الَّذِى يَعُودُ فِى هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَرْجِعُ فِى قَيْئِهِ

“Tidak ada bagi kami permisalan yang jelek. Orang yang menarik kembali pemberiannya adalah seperti anjing yang menjilat kembali muntahannya”[1] (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 58)

 

“Jika meninggikan suara dianggap memiliki manfaat dan manfaat, tentu tidak secara khusus disebutkan memiliki suara keledai yang dikenal jelek dan menunjukkan perilaku orang bodoh,” ujar Syaikh As Sa’di rahimahullah. . (Halaman 648, Taisir Al Karimir Rahman)

Jika seorang Muslim berbicara keras di depan orang tuanya sendiri, terutama jika dia membentak mereka, dia tidak beradab.

Baca Juga  Kenapa orang baik selalu tersakiti? ini alasan menurut Islam

Ketika kita mendengar suara keledai, kita diperintahkan untuk berdoa memohon perlindungan kepada Allah. Ini berbeda dengan suara ayam berkokok. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا ، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kalian mendengar ayam jantan berkokok di waktu malam, maka mintalah anugrah kepada Allah, karena sesungguhnya ia melihat malaikat. Namun apabila engkau mendengar keledai meringkik di waktu malam, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan, karena sesungguhnya ia telah melihat syaithan” (HR. Muslim no. 3303 dan Muslim no. 2729).

 

Menurut Lukman, Allah akan selalu menjaga titipannya.

Dia berkata, telah memberi tahu kami Ibnul Mubarok, dia berkata, telah memberi tahu kami Sufyan, dia berkata, telah memberi tahu saya Nahshal bin Majma ‘Adh Dhobiy, dia berkata, dari Ibn ‘Umar, “Nabi Allah, damai dan berkah Allah atasnya, berkata,

أَنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ كَانَ يَقُولُ « إِنَّ اللَّهَ إِذَا اسْتُودِعَ شَيْئاً حَفِظَهُ »

“Lukman Al Hakim pernah berkata: Sesungguhnya Allah jika dititipkan sesuatu pada-Nya, pasti Dia akan menjaganya.” (HR. Ahmad 2: 87. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Jika saya menitipkan keluarga saya kepada Allah dalam perjalanan, Allah akan selalu menjaga mereka. Seperti yang diajarkan dalam doa perjalanan,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika berpisah denganku, beliau berkata, “Astawdi’ukallahalladzi laa tadhi’u wadaa-i’uhu” (Aku menitipkan engkau pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca Juga  Kenapa orang baik selalu tersakiti? ini alasan menurut Islam

Akhir kata, nasehat Lukman Al Hakim yang bisa kita selidiki melalui berbagai kitab tafsir dan penjelasan para ulama yang ada semoga menjadi penyemangat kita dalam akhlak mulia kita.

 

Perhatikan karakter Donkey dari film Shrek. Eddy Murphy berperan sebagai sosok yang arogan, banyak bicara, tidak bisa tutup mulut, karakter yang juga setia. Saya tidak tahan merasa seperti keledai, yang dikatakan memiliki suara paling jelek dalam surat Luqman.

Saya langsung mendownload suara keledai menggunakan Mbah Google karena saya tidak tahu seperti apa suara keledai yang sebenarnya. Hasilnya benar; suara keledai itu memang menakutkan. Tidak hanya menyeramkan, tetapi juga kejam. Menurut banyak sumber, auman keledai dapat terdengar dari jarak tiga kilometer! Bayangkan memiliki kandang keledai di belakang rumah; keluarga harus cukup tidur. # hehe

kenapa allah tidak menyukai suara keledai

Yang juga saya perhatikan adalah bahwa ayat di atas bukanlah perkataan langsung Sang Pencipta, melainkan perkataan Luqman yang menasehati anaknya. Artinya, peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam ayat ini harus ditafsirkan sesuai dengan keadaan pada saat itu. Keledai dianggap sebagai hewan pembawa beban yang keras kepala dan bodoh di Semenanjung Arab dan Afrika (di mana kemungkinan besar Luqman berasal).

Pashtun Afghanistan memiliki pepatah yang berbunyi, “Bahkan jika seekor keledai mencapai Mekah, itu tetaplah seekor keledai.” Di Etiopia, juga dikatakan bahwa “anak sapi yang bergaul dengan keledai akan belajar kentut.” Akibatnya, keledai tidak hanya menjadi hewan yang sulit dikendalikan, tetapi juga menjadi simbol sifat keras kepala, bodoh, dan berisik sejak dahulu kala. Di Indonesia, dikatakan bahwa “tong kosong mengeluarkan suara nyaring”.

jadi sekarang tau kan jawaban atas pernyataan kenapa allah tidak menyukai suara keledai ? sekian artikel ini, semoga menjhawab pertanyaan kalian.