Kenapa Allah Memberikan Kesedihan? Alasan di baliknya adalah

Kenapa Allah Memberikan Kesedihan? Setiap manusia di planet ini menerima anugerah dari Tuhan berupa pengalaman menyedihkan atau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan harus dilakukan seumur hidupnya; bahkan tidak dapat disangkal bahwa itu harus dilakukan. Lantas, mengapa Allah melimpahkan rahmat kepada hamba-hamba-Nya di dunia dalam bentuk kesedihan?

Sebuah kesedihan muncul dalam hidup dan akan berakhir dengan mutiara hikmah dan manfaat yang menimpa kita, namun mungkin sebagian dari kita tidak menyadari manfaat dan hikmah yang menimpanya dan malah menyalahkan Allah sebagai sumber musibah yang menimpa dirinya. dan menolak untuk menerima sesuatu yang terjadi padanya.

Kenapa Allah Memberikan Kesedihan

9 Alasan Kenapa Allah menciptakan Rasa Sedih untuk Hambanya

Pertama dan terpenting, memiliki kesempatan untuk beribadah.

Allah mengirimkan masalah dan musibah untuk menguji seberapa kuat ibadah yang dijalaninya semakin kuat atau bahkan goyahnya musibah yang pernah menimpa hidupnya, maka kesedihan memberikan kesempatan yang berharga untuk menambah kekuatan ibadah. beriman. Bahkan, semua urusannya akan makmur, yang hanya akan terjadi pada orang yang beriman. Jika dia merasakan kenikmatan dan mensyukurinya, maka hal itu menjadi bermanfaat baginya. Jika dia terkena kesedihan dan bersabar, itu akan bermanfaat baginya.”

Kedua, menghapus semua doa dan kesalahan.

“Hingga ditusuk duri maka seorang mukmin tidak ditimpa keletihan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, kejengkelan, dan kesusahan, kecuali Allah menghapuskan aib-aibnya padanya. Akibatnya kesedihan dan cobaan yang harus dijalani. hati yang terbuka dan kesabaran yang besar, karena Allah telah menyatakan dalam hadits berikut bahwa Allah akan menghapus kesalahan dan dosa yang tersembunyi di balik kesedihan dan cobaan.

Baca Juga  Cara Allah Berkomunikasi Dengan HambaNya, Apakah kamu sadar Hal ini?

Menurut Ibnu Taimiyah, terkadang kesedihan disertai dengan hal-hal yang dibalas dan dipuji oleh si penderita sehingga ia menjadi orang yang terpuji dari sisi itu bukan dari kesedihan itu sendiri.

Aspek ketiga adalah jalan menuju surga.

Kesedihan dan hal-hal yang tidak kita sukai adalah salah satu jalan menuju surga jika kita menerimanya dengan sabar dan mengharap pahala hanya dari Allah SWT. Al-Bukhari, H.R.)

Keempat, mengenali keindahan alam dunia

Dunia adalah negara yang penuh dengan penat, penat, dan hal-hal menyakitkan lainnya. Akibatnya, tidak akan ada kenyamanan mutlak. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang beristirahat dari kepenatan dunia dan semua isinya yang menyakitkan untuk mencari rahmat Allah. Dan ketika orang jahat itu meninggal, orang-orang lainnya, seluruh negeri, pepohonan, dan binatang-binatang itu bebas darinya.” (Al-Bukhari meriwayatkan.)

Kelima, obat Hati.

Obat paling mujarab untuk menyembuhkan penyakit kesombongan, pekerjaan (bangga pada diri sendiri), dan kerasnya hati yang ada pada manusia termasuk buah-buah yang bisa dipetik dari musibah dan cobaan dunia.

Keenam, kenali sifat asli Anda.

Mungkin, jika masih banyak orang yang bingung dengan penilaian diri dan tidak memahami hakikat diri, salah satu cara untuk memahaminya adalah dengan menahan kesedihan atas ujian yang telah dilalui dan menerima ujian yang sedang dihadapi.

Baca Juga  Kapan Ujian ini berakhir ? Sampai kapan Allah menguji Hambanya?

Ketujuh adalah untuk introspeksi diri / muhasabah.

Salah satu keuntungan dari bencana dalam hidup seseorang adalah kesempatan untuk merenungkan dirinya sendiri. Ini juga akan membantu kita dalam menentukan di mana kita memiliki kekurangan dalam diri kita.

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu, itu disebabkan oleh perbuatanmu sendiri, dan Allah mengampuni sebagian besar (kesalahanmu).” (Surat Asy-Syura 30)

Kedelapan  adalah untuk menambah ketaqwaan

Menurut Ibnu Taimiyah r.a., “Apa yang tidak disukai seseorang lebih utama daripada apa yang dinikmatinya. Karena hal-hal yang tidak disukainya menyebabkan dia berdoa, sedangkan hal-hal yang dia sukai menyebabkan dia tidur.

Kesedihan menyebabkan seseorang tunduk kepada Allah karena membuat mereka sadar akan kekurangan dan kekurangannya, serta sifat kesempurnaan yang dimiliki Allah.

Kesembilan, pengalaman yang bermanfaat.

Orang yang mengalami musibah memperoleh pengalaman yang berharga sebagai akibat dari perubahan keadaannya, yang merupakan salah satu buah yang dapat dipetik dari musibah dan cobaan.

Ini akan memberinya kemampuan untuk mempersiapkan dan menghadapi berbagai bencana besar di kemudian hari.