Fasilitas Jalur Keselamatan Jiwa Dalam Keamanan Rumah Sakit

Fasilitas jalur keselamatan jiwa yang wajib ada di dalam bangunan atau gedung rumah sakit, berikut kami membagikan pedoman untuk keamanan rumah sakit.

Sistem Kelistrikan
  • ( 1) Generator darurat memiliki kapasitas penuhi kebutuhan prioritas rumah sakit( syarat buat sistem cadangan kelistrikan, tercantum buat ruang pembedahan, perawatan intensif serta lorong).
  • ( 2) Voltase distribusi yang lebih besar, semacam sistem 380/ 220V- 3 phase, 4 kawat dipertimbangkan terhadap bayaran dini rendah serta nilai tambah yang lebih besar buat effisiensi jangka panjang.
  • ( 3) Rumah generator ataupun rumah sumber energi( Power House) di perlindungan dari bencana alam serta bencana yang terbuat manusia; terbuat dari beton yang diperkuat; ketinggian lantainya lebih besar dari tanah.
  • ( 4) Generator serta perlengkapan yang lain yang bergetar wajib dipasang dengan pengikat( bracket) spesial yang membolehkan gerakan namun mencegahnya dari terjungkir.
  • ( 5) memiliki generator yang tidak berisik serta tidak bergetar; sistem buangan wajib terbuat dalam wujud silencer tipe kritis, ataupun mutu rumah sakit serta unit dilengkapi dengan isolator getaran bila generator terletak di dalam bangunan.
  • ( 6) generator dilengkapi dengan sakelar pemindah otomatis.
  • ( 7) memakai sistem pendingin transformer yang tidak gampang dibakar( ialah tipe kering, resin epoxy ataupun minyak silikon ataupun minyak temperatur besar)
  • ( 8) memakai sistem perlindungan bio( BPS), kawat memiliki sertifikat standar, lebih disukai dengan insulasi thermoplastik nilon tahan panas besar serta kabel dipasang erat serta dikencangkan pada pemutus arus( CB) ataupun sakelar ataupun pengaman kawat.
  • ( 9) Pemutus beban, kontaktor magnetic, pengaman lebur, ataupun sakelar tanpa pengaman lebur yang terpasang dalam panel control wajib terproteksi.
  • ( 10) Dalam kamar mandi serta dalam zona basah ataupun lembab, kotak kontak wajib dilengkapi dengan pemutus kegagalan sirkit pembumian( GPAS= Gawai Perlindungan Arus Sisa).
  • ( 11) kotak kontak( stop kontak, outlet) dilengkapi dengan kutup pembumian.
  • ( 12) bagian- bagian metalik dari sistem elektrikal yang bukan konduit arus, dibumikan dengan benar, tercantum penutup elektrikal, kotak, selokan, duct serta tray.
  • ( 13) panel kontrol diproteksi, sakelar pemutus arus serta kabel menjajaki standar SNI
  • 0225- 2000, Persyaratan Universal Instalasi Listrik serta diproteksi dengan electrical surge suppressor.
  • ( 14) seluruh sistem elektrikal serta ruangan- ruangan diproteksi dengan unit pemadam api kimia ringan.
  • ( 15) sistem ducting- polyvinyl chloride( PVC) buat energi serta pencahayaan; konduit baja kaku ataupun konduit metal menengah buat sistem deteksi serta alarm; PVC buat telepon, intekom, Kamera pengaman, kabel Televisi, jaringan informasi pc.
  • ( 16) memakai pencahayaan fluorecent kompak hemat tenaga serta tabung merkuri tanpa merkuri.
  • ( 17) pencahayaan yang lumayan dalam segala zona rumah sakit, tercantum taman.
  • ( 18) sistem listrik ekterior dipasang dibawah tanah.
  • ( 19) listrik fungsional serta lampu darurat dengan batere cadangan dalam segala zona ktiris.
  • ( 20) luminus( armatur) lampu eksit dengan batere cadangan.
Baca Juga  Pengertian Arsitektur Futuristik dan Contoh Bangunannya
Sistem komunikasi.
  • ( 1) antena serta batang halte perlindungan petir dijepit serta ditumpu buat keselamatan.
  • ( 2) halte perlindungan petir dengan fitur proaktif operasional lebih disukai.
  • ( 3) dilengkapi dengan perlindungan petir.
  • ( 4) radio memiliki sumber arus listrik cadangan( batere).
  • ( 5) ada sistem komunikasi cadangan.
  • ( 6) perlengkapan komunikasi serta kabel dipasang dengan angkur serta penjepit.
  • ( 7) sistem alarm yang secara otomatis mengirimkan alarm ke pos kebakaran terdekat ataupun semacam dorongan dari luar lain ada.
  • ( 8) Sistem komunikasi di luar bangunan dipasang dibawah tanah
Sistem pasokan air.
  • ( 1) buat kebutuhan rumah sakit, tangki penyimpan air memiliki cadangan yang lumayan minimun( 3) hari tiap waktu.
  • ( 2) tangki penyimpanan air posisi serta pemasangannya nyaman.
  • ( 3) sumber air pengganti ada( contoh air sumur dalam, air dari PDAM, mobil
  • tangki penyimpan air ataupun truk kebakaran).
  • ( 4) memakai pipa yang las buat menghindari patah serta bocor.
  • ( 5) sistem distribusi air( katup, pipa, sambungan) leluasa dari kebocoran serta zat
  • beresiko.
Sistem Gas Medik.

( 1) gas medik ditaruh dengan benar serta dipasang dalam zona berventilasi lumayan zona penyimpanan dengan kompartemen.

( 2) posisi yang benar serta nyaman buat penyimpanan gas medik.

( 3) buat pemakaian di rumah sakit gas medik wajib dalam pipa, minimum penyimpanan sepanjang minimum 7( 7) hari.

Baca Juga  Cara Menggambar Arsitektur Bangunan Dan Contohnya

( 4) buat rumah sakit yang memakai silinder individual, penyimpanan minimum buat 3( 3) hari.

( 5) tangki memiliki segel( seal) utuh serta nyaman dari pemasok.

( 6) pipa gas medik yang dipasang di bilik dilengkapi dengan penyangga pipa.

( 7) angkur dilengkapi buat tangki, silinder, serta perlengkapan terpaut.

( 8) keselamatan sistem distribusi gas medik( katup, pipa serta sambungan) terjamin.

( 9) perlengkapan ukur fungsional serta fiting.

( 10) memakai pipa standar( kedap api, kedap air)

( 11) sambungan pipa tidak boleh dipertukarkan.

( 12) melaksanakan prosedur pengujian secara regular.

( 13) dengan katup penutup zona dalam permasalahan kebocoran( contoh di dalam permasalahan kebakaran pada lingkungan ruang pembedahan, katup zona bisa menutup).

( 14) tangki cadangan oksigen ada dalam permasalahan evakuasi penderita darurat.

( 15) gas industri diletakkan di luar bangunan serta dilengkapi dengan pengaman penutup otomatis( contoh LPG).

( 16) apabila kegiatan ataupun bisa jadi penyimpanan mengaitkan bahaya ledakan, ventilasi ledakan ke luar bangunan wajib dilengkapi dengan cermin tipis ataupun ventilasi lain yang disetujui.

( 17) seluruh konstruksi yang secara aktif ikut serta pengoperasian yang beresiko wajib memiliki tingkatan ketahanan api 1( satu) jam serta bukaan antara tiap bangunan serta ruangan- ruangan ataupun ruang tertutup buat pengoperasian yang beresiko wajib diproteksi dengan pintu kebakaran yang menutup sendiri ataupun otomatik.